• Daftar isi
  • Kamis, 06 Oktober 2016

    PERSONEL SATRAD 223 IKUT SERTA DALAM UPACARA HUT TNI KE 71 DI WILAYAH BALIKPAPAN

       Peringatan Hari Ulang tahun (HUT) ke 71 TNI di wilayah Balikpapan berlangsung meriah, Upacara tersebut berlangsung di lapangan Makodam VI/Mlw yang diikuti dari Tiga Matra Angkatan serta PNS Kodam VI/Mlw yang dipimpin oleh Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Johny L. Tobing (5/10). Sebanyak 1 Peleton Satrad 223 Balikpapan dan 1 Unit Rantis terlibat dalam upacara tersebut yang mengambil Tema  “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian".Peringatan HUT TNI ke 71 tersebut dihadiri para pejabat TNI baik dari jajaran Kodam VI/Mlw, Lanal Balikpapapan, Lanud  Balikpapan, Satrad 223 Balikpapan, unsur FKPD, Kepala Instansi, pimpinan perusahaan, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh pemuda serta ormas. 
        Sementara itu dalam amanat tertulisnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Johny L. Tobing mengajak kepada seluruh prajurit, PNS dan keluarga besar TNI untuk sejenak merendahkan hati dan menundukkan kepala seraya berdo’a yang ditujukan kepada para pahlawan, sesepuh dan senior TNI yang telah mendharmabaktikan dirinya dan mengukir prestasi demi kejayaan Bangsa, Negara dan TNI hingga saat ini.
       Pada bagian lain amanatnya, Panglima mengutarakan bahwa kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat, merupakan bentuk aplikasi Pertahanan Semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa untuk turut serta dalam bela negara. Kedekatan dan kebersamaan TNI-Rakyat merupakan inti dan pusat kekuatan (centre of gravity) dari Sistem Pertahanan Semesta yang kita anut.
       Untuk kedepanya pembangunan kekuatan TNI terus dilaksanakan dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan pada tahap sebelumnya guna menuju pencapaian pembangunan Postur Ideal. Pembangunan kekuatan TNI tetap difokuskan kepada medernisasi alutsista, pengembangan organisasi, pembangunan sarana prasarana terutama di pulau-pulau strategis yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis dan ketersediaan anggaran.
       Sementara itu pembangunan Pulau terluar tertentu yang bersifat strategis merupakan salah satu bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan pedoman guna mendukung pelaksanaan tugas pokok dan perannya sebagai alat pertahanan negara. Pembangunan perioritas pulau terluar yang sedang dan akan dilaksanakan tersebut adalah Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Kota Saumlaki), Pulau Selaru, Pulau Morotai, Pulau Biak dan Kabupaten Merauke.
       Usai upacara, dilanjutkan dengan syukuran secara sederhana yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam VI/Mlw didampingi oleh Danlanal, Danlaund Balikpapan dan disaksikan oleh para hadirin dan undangan yang berlangsung  di Aula Makodam VI/Mlw.

    WARTA GAMBAR








    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar