• Daftar isi
  • Senin, 02 Maret 2015

    MELAWAN LUPA, ANGGOTA SATRAD 223 MELAKSANAKAN REFRESHING 
    BONGKAR PASANG SENJATA RPD


          Pada hari Senin 2 Maret 2015 setelah apel pagi, anggota Satrad 223 melaksanakan refreshing bongkar pasang senjata.  Kegiatan ini bukan kali pertama dilaksanakan, karena beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan kegiatan serupa namun dengan obyek senjata yang berbeda yaitu SS1 Pindad.  Kegiatan dilaksanakan di lapangan apel Satrad 223 dan diikuti oleh anggota Satrad baik perwira, bintara, tamtama dan pegawai negeri sipil.  Kegiatan dipandu oleh anggota Paskhas Batalyon 466 BKO Satrad 223 sebagai unsur Pam alutsista radar.





          Kali ini kegiatan bongkar pasang senjata memilih obyek senjata baru, yaitu RPD atau dalam bahasa Rusia disebut Ruchnoy Pulemyot Degtyaryova atau dalam arti harfiahnya adalah senapan mesin ringan Degtyaryova. Senjata yang menggunakan amunisi 7,62 mm ini merupakan senapan mesin ringan buatan Uni Soviet tahun 1944, mulai dikembangkan oleh Degtyaryova pada tahun 1943.  Walaupun senjata ini sudah dikembangkan sejak tahun 1943 dan siap diprosuksi masal untuk menghadapi Perang Dunia II, namun penggunaannya secara luas baru terlaksana pada tahun 1953. Senapan mesin ringan ini banyak digunakan oleh tentara Vietcong selama Perang Vietnam berkecamuk. Dan Indonesia pun tak mau kalah dengan mengoperasikan senjata ini mulai era tahun 60-an.  Senjata yang terkenal "bandel" dan mudah perawatannya ini banyak digunakan oleh negara-negara dunia ke 3 sampai saat ini, mungkin karena bentuknya yang mirip dengan AK-47 yang fenomenal dan melegenda membuatnya "user friendly".

          Senjata ini menggunakan mekanisme gas operated dan hanya mampu menembak secara otomatis, dilengkapi dengan drum magasen berisi 100 butir peluru, juga dilengkapi dengan bipod dan popor serta pistop grip dari kayu. Dengan rate of fire 650–750 butir peluru tiap menit dan jarak efektif mencapai 100–1.000 meter serta bentuknya yang terkesan "garang" membuat senjata ini ditakuti lawan.

         Seperti kegiatan yang lalu, para anggota Satrad juga diberikan kesempatan untuk mencoba membongkar pasang senjata RPD tersebut dengan pengawasan personel Paskhas. Akhirnya diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para anggota Satrad pada khususnya untuk menambah pengetahuan tentang kesenjataan dan memelihara insting sebagai seorang anggota militer yang selalu siaga serta mahir dalam olah senjata. 
     
    @joe-1 

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar